Saturday, September 1, 2007

Nonton Blue Film Bisa Bikin Kecanduan Seksual

Ati-ati yg bagi bro & sis yg doyan & ketagihan nonton or nyedot pelem porno krn bisa menyebabkan kejiwaan kita terganggu akibatnya bisa ada perubahan perilaku dalam keseharian kita.

dari: Detiksurabaya.com
Jum'at, 31/08/2007 14:16 WIB

Nonton Blue Film Bisa Bikin Kecanduan Seksual

Fatichatun Nadhiroh - DetikSurabaya

Surabaya - Fenomena kecanduan (adiksi) seksual diduga mulai melanda masyarakat perkotaaan. Kecanduan ini terjadi di kalangan pria pada usia 20-30 tahun. Hanya saja, tidak banyak pasien yang mau berobat ke psikiater.

"Padahal, kecanduan seperti itu harus segera diobati. Jika tidak, bisa mengganggu hubungan rumah tangga, sosial, dan lingkungan," kata psikiater RSU dr Soetomo Surabaya, dr Soetjipto SpKJ, Jumat (31/8/2007).

Selama setahun jumlah penderita kecanduan seksual yang menyadari kelainannya dan bersedia berobat hanya 2-3 orang saja.

Menurutnya, seseorang bisa mengalami adiksi seksual karena adanya gangguan neuro transmiter dalam otak. Bila tidak melakukan hubungan seksual, tubuhnya merasa tidak enak.

Ketika beraktivitas rutin pikirannya sering membayang-bayangkan untuk melakukan hubungan seksual.

"Gejalanya tidak sama dengan hiperseks. Kalau hiperseks gairah seksualnya yang tinggi, sedangkan adiksi seksual terjadi karena ada gangguan di bagian otaknya," jelasnya.

Soetjipto mencontohkan salah seorang pasiennya yang berusia 30 tahun dan sudah menikah. Namun, meski sudah menikah dia belum mampu mengobati kelainannya ketagihan seksual.

Ketika bekerja atau beraktivitas sosial serta berkumpul dengan keluarga, pasien selalu terbayang-bayang melakukan hubungan seksual.

Bahkan, dia kerap mencuri-curi waktu untuk memenuhi hasrat seksualnya yang meluap.

Tentu saja, lanjut Soetjipto, perilaku tersebut memengaruhi produktivitas kerja pasien. Anehnya, bila tak melakukan hubungan seksual, pasien mengaku tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. "Bahkan istrinya merasa terganggu dengan kelainan suaminya itu," ungkapnya.

Meski sudah ditegur berulang-ulang agar pasien mau menghentikan perilaku buruknya tersebut, dia tetap acuh. Bahkan, pasien cenderung cuek dan tak mau berubah. "Karena penyakit tersebut sudah mengkhawatirkan dan mengganggu hubungan mereka, si istri lalu mengajak suaminya berobat ke psikiater," tambahnya.

Ketika ditanya penyebabnya, Soetjipto menjelaskan karena gangguan neuro transmiter di otaknya. Tapi, gangguan tersebut bisa juga dipicu oleh hobi nonton blue film.

"Kalau sudah kecanduan, tidak bisa bila hanya diatasi dengan onani (masturbasi). Dia tetap ingin melakukan hubungan seksual," ungkapnya. (fat/mar)

bagi yg kecanduan, ati2 aja.........